Jumat, 05 Juni 2009

Film" yang sangat wajib ditonton

1. Into Great Silence (directed by Philip Groning)
Diamlah, dan ketahuilah bahwa Akulah Allah. Jika kata-kata dari ayat Mazmur 46 : 10 bisa diaplikasikan pada sebuah film, mungkin ini adalah salah satunya. Filmmaker kelahiran Jerman Philip Groning menghabiskan waktu enam bulan dengan biarawan-biarawan Chartusian di Biara Perancis Grande Chartreuse, mendokumentasikan keheningan, keterlibatan beribadah dalam kehidupan sehari-hari dari pria-pria luar bisa yang tinggal disana. Berisikan lebih dari tiga jam perenungan yang hampir sangat tenang yang beralur lambat dan perlu perhatian lebih - sebuah film yang untuk dialami tidak hanya untuk ditonton. Film ini menimbulkan pertanyaan yang untuk ditanyakan kepada kita sendiri, “Apakah pria-pria ini bisa menghabiskan seluruh hari-harinya - seluruh hidupnya - dalam kesetiaan dan pelayanan kepada Tuhan, kenapa sulit bagi diri saya untuk menghabiskan waktu 10 menit sehari melakukan hal yang sama ?” Sebuah film yang hebat dalam pembuatan film yang menambahkan kekayaan pada makna baru akan term, “saat teduh.”

Lars and The Girl2. Lars and the Real Girl (directed by Craig Gillespie)
Mungkin sinopsis dari film ini bisa membuat kita ketar-ketir : Seorang pria muda penyendiri dan pengkhayal membeli boneka seks dari internet dan jatuh cinta kepadanya, mengatakan kepada orang-orang bahwa itu adalah kekasihnya. Berdasarkan alasan itu saja, mungkin film ini tidak akan termasuk dalam kategori ini. Tapi untungnya tidak, karena film ini adalah salah satu film paling manis, sensitif tahun ini, dan mengejutkannya, sebuah gambaran yang sangat powerful akan aksi tubuh Kristus - penuh kasih dan kesabaran yang alamiah dari kasih Tuhan. Ketika Lars membawa pulang “teman plastik”-nya yang baru - dan ya, “hubungan” mereka itu murni dan bersih - sangat menenangkan hati bagaimana keluarganya, teman-temannya, dan rekan gerejanya (termasuk yang paling skeptikal sekalipun) mencintai dia dalam kondisi apapun dengan bergaul bersama dan memeluk dia tanpa melihat kebiasaannya yang aneh. Anda akan tertawa, anda akan menangis, dan anda akan pulang dengan senyum dan kehangatan.

Juno3. Juno (directed by Jason Reitman)
Film bertemakan Pro-Life yang menarik, penuh trik, dan jenaka tentang kehidupan dari gadis 16 tahun yang cerdas yang hamil setelah ber-one-night-stand dengan pacarnya. Pertamanya, ia merencanakan untuk aborsi, tetapi setelah datang kepada aktifis pro-life bagi remaja di luar klinik, ia menyadari bahwa fetus yang sedang ia bawa adalah bayi yang hidup dan sedang bertumbuh. Ia merubah pikirannya, memutuskan untuk membawa bayi tersebut dalam batas waktu tertentu, dan memulai pencarian akan “orang tua yang sempurna” untuk mengadopsi anak tersebut. Ada kata-kata kasar dan percakapan remaja akan seks, tetapi kisahnya terlebih banyak tentang pembebasan - dengan tambahan untuk pilihan Juno untuk memiliki sang bayi (apalagi ibu tirinya menyebutnya “mujizat dari Yesus”), orangtuanya digambarkan sebagai orang tua penuh kasih dan suportif (tidak seperti orang bodoh yang sering kita lihat di komedi remaja), dan ada eksplorasi yang indah untuk topik dari cinta yang tak bersyarat.

Amazing Grace4. Amazing Grace (directed by Michael Apted)
Bisakah satu orang mengubah dunia ? Coba saja, dan anda akan menemukan bahwa tidak ada film yang berintikan itu seperti film ini, sebuah biopic (film biografi, red) tentang kehidupan dari seorang William Wilberforce, seorang politikus Kristen taat yang hampir turun tangan sendirian akan tanggung jawab untuk penghapusan dari perdagangan budak di Kerajaan Inggris. Ioan Gruffudd membawa rasa kemanusiaan ke dalam perannya, menggambarkan Parlemen pada abad 19 sebagai pria bermisi, didorong oleh cintanya kepada Tuhan dan semua orang. Dalam perjalanan, ia bertemu mantan pedagang budak John Newton, sang penulis himne lagu terkenal “Amazing Grace” yang memotivasi Wilberforce untuk berlanjut dalam pencariannya. Ini adalah “film sejarah” tanpa menjadi tumpul, dan sebuah “film rohani” tanpa menjadi pengkhotbah. Tapi mungkin sebenarnya, itu adalah sebuah film yang meyakinkan semua penonton bahwa ia bisa membuat perbedaan dalam dunia yang sakit dan berdosa yang membutuhkan keadilan, pengampunan, dan kasih. (Simak Review ‘Amazing Grace’ )

Bella5. Bella (disutradarai oleh Alejandro Monteverde)
Contoh lain dari film yang bertemakan kehidupan seperti film Juno, film Indie yang tenang ini mengisahkan kisah menarik tentang bagaimana hidup kita bisa berubah - secara dramatis, bahkan tragis - dalam secara instant, tapi itu adalah pilihan-pilihan yang terus kita buat yang bisa merubah dunia. Ketika Jose, seorang koki di sebuah restoran Meksiko di Manhattan, mengetahui bahwa salah satu dari para pelayan, Nina, hamil di luar nikah, ia menunjukkan perhatian - dan tidak, ia bukanlah sang ayah. Ketika Nina berpikir untuk aborsi, perhatian dan kasih sayang Eduardo membuatnya ke dalam seri perkembangan dari pilihan-pilihan mereka berdua yang mengubahkan hidup. Menjadi sutradara dan penulis cerita untuk pertama kalinya Alejandro Monteverde menyebutnya sebagai “kisah cinta tanpa romansa,” dan itu adalah deskripsi tepat dari sebuah film yang merayakan kehidupan, cinta, keluarga, dan pertemanan.

Into The Wild6. Into The Wild (directed by Sean Penn)
Kisah nyata dari Chris McCandless, pria muda yang memberikan tabungan hidupnya untuk amal dan mengembara menyelusuri Amerika untuk lari dari masyarakat dan kembali ke alam - dan selama itu juga orangtuanya tidak memiliki petunjuk sama sekali kemana putranya pergi dan sangat khawatir. Chris pergi ke Alaska dan pergi dengan bus yang terlantar, dimana hidupnya yang pendek tapi sangat luar biasa bertemu dengan akhir yang tragis. Pria muda yang idealis ini telah lari dari masalah yang sebenarnya, tapi ia sebenarnya lari melewati arti hidup sebenarnya - dan kesalahan itu membuatnya harus membayarnya dengan kehidupannya. Tapi keindahan dan hikmat yang ia hadapi sepanjang perjalanannya telah memberikan kepada kita sesuatu yang lebih.

The Kite Runner7. The Kite Runner (directed by Marc Forster)
Berdasarkan novel best-seller dengan judul yang sama, film ini mengisahkan tentang seorang Amir, bocah pria dari Afghanistan, yang sebagai orang dewasa tinggal di AS, yang dihantui dari kesalahan mengkhianati teman masa kecil. Suatu saat, Amir kembali ke Negara asalnya untuk menolong teman lamanya dalam kisah indah tentang pertemanan dan keluarga ini, dari rasa salah dan pembebasan. Termasuk dalam kisah ini tentang pemikiran-pemikiran akan dosa asal, dan kebutuhan untuk berdiri tegak tentang apa yang benar. Film ini juga memberi kita akan pemandangan-pemandangan yang mengungkapkan sisi dari Timur Tengah dan masyarakat Islam yang jarang dilihat di Barat.

The Diving Bell8. The Diving Bell and The Butterfly (directed by Julian Schnabel)
Bertanya-tanya bagaimana jika mengalami dunia ini sebagai seseorang yang lumpuh total, kecuali hanya bisa menggunakan satu mata ? Film Perancis yang brillian ini - adalah kisah nyata dari editor majalah Jean-Dominique Bauby, yang berakhir dengan cara itu setelah mengalami pukulan yang dahsyat - akan menimbulkan perasaan dalam kondisinya, sebagaimana film ini diambil dari perspektifnya… melihat apa yang mengelilinginya hanya melalui satu mata yang berfungsi itu. Tapi mungkin yang awalnya terlihat tanpa harapan dan bagaikan neraka lalu menjadi bagian yang membebaskan, sebagaimana yang mengelilingi dia - para dokter, para perawat, para terapis, keluarga, dan teman-teman - dengan sabar dan penuh kasih mencintai dia hingga ia bisa menikmati hidup lagi. Menunjukkan bahwa kapasitas kita akan sukacita tidaklah tergantung akan keadaan ataupun keterbatasan fisik, tapi itu lekat pada sesuatu yang lebih dalam.

Ratatouille9. Ratatouille (directed by Brad Bird)
Tikus-tikus, memasak, penyesalan, dan… pembebasan ? Anda akan lihat. Film animasi terbaik sepanjang tahun, dan pikiran brillian dan tangan kreatif Brad Bird dan tim animasi Pixar, menunjukkan sebuah klise lama - anda bisa bangkit dari keadaan anda dan memenuhi mimpi anda - dan membawakannya ke dalam hidup kreatif dan imajinatif, anda akan ingin berlari ke restoran Perancis terdekat dan masuk dalam kenikmatan kuliner. Pesta untuk mata dan jiwa ini juga sebuah uraian tentang mengejar kesempurnaan, daripada memburu kompetensi, dan tentang bagaimana hal-hal terbaik bisa datang dari tempat-tempat yang tidak disukai. (Simak Review ‘Ratatouille’ / Simak Trailer ‘Ratatouille’ )

Freedom Writers10. Freedom Writers (directed by Richard LaGraveness)
Sebuah kisah lama: kelas anak nakal yang tidak bisa dikontrol. Seorang guru yang ambisius dan naïf yang berpikir ia bisa mengubah dunia - memulainya dengan murid-murid yang sukar dikendalikan. Tapi kisah nyata ini lebih dari secuplik kisah bagus tentang seorang instruktur yang inspirasional. Tapi ini tentang remaja-remaja, dan kebanyakan dari mereka menjalani hidup yang menghancurkan diri mereka sendiri, yang mungkin, untuk pertama kalinya mendengar sesuatu simple tetapi bagaikan mantra : Saya percaya padamu, dan kamu bisa melakukannya. Hillary Swank membawakan peran dengan kuat tetapi sentuhan yang lembut untuk peran sebagai Erin Gruwell ini, guru yang sebenarnya yang mengubahkan kehidupan dari murid-murid SMA di Long Beach, California. (Simak Review ‘Freedom Writers’ / Simak Trailer ‘Freedom Writers’)

Kamis, 04 Juni 2009

Wine Grape Varieties







Wine grape varieties represent only a small portion of the more than 600 kinds of grapes. Each grape variety has its own unique combination of characteristics including color, size, skin thickness, acidity, yield per vine and flavors. Only a few grape varieties are suited to produce fine quality wine..

While many grape varieties are used to produce wines, only a few grapes have distinguished themselves as being particulary suited for the production of fine wine. These 'noble grape varieties' must still be matched with the right micro-climate and winemaking techniques in order to live up to their potential. Click on the links below to find information about each wine grape variety.

White Grapes
Aligot� Chardonnay Chenin Blanc Columbard
Folle Blanche Gewurztraminer Gr�ner Veltliner Malvasia
Marsanne Melon de Bourgogne Muller-Thurgau Muscadelle
Muscat Palomino Pedro Xim�nez Pinot Blanc
Pinot Gris Riesling Rousanne Sauvignon Blanc
Scheurebe Semillon Sylvaner Trebbiano
Ugni Blanc Verdicchio Viognier
Red Grapes
Barbera Brunello Cabernet Franc Cabernet Sauvignon
Carignane Carmenere Cinsault Dolcetto
Durif Gamay Grenache Grignolino
Malbec Merlot Montepulciano Mourv�dre
Nebbiolo Petit Sirah Petit Verdot Pinotage
Pinot Meunier Pinot Noir Sangiovese Syrah/Shiraz
Tempranillo Tinta Barroca Tinta Cao Touriga Francesa
Touriga Nacional Tinta Roriz Zinfandel










Learn to taste wine like an expert!


More Wine Basics:

For more wine basics, check these helpful features on WineLoversPage.com:

Wine Questionary. Much like a traditional encyclopedia but hyperlinked and interactive.
Wine Lovers' Lexicon. A combination wine-tasting dictionary and wine-pronouncing glossary featuring more than 500 wine-related words and phrases, with pronunciations and sound files.
Wine Label Decoder. Straightforward explanations of label language, keyed to pictures of labels from five countries.
Wine Tasting Toolbox. A variety of articles, reference materials and tasting forms.
WineLovers Discussion Group. An interactive, international online forum where you can learn wine-tasting in a friendly, non-threatening environment.

Want to learn how to taste wine as the experts do?

Eyeballing wine, swirling and sniffing and swishing ... it may look complicated or even snobbish, but the traditional wine-tasting technique is actually based on common sense. It's simply a way to pause for a moment, to stop and think, and to pay attention to the ways that wine impacts on all your senses, from sight and scent to taste, aftertaste, and the overall impression that the wine leaves behind after you've finished.

This quick online wine tasting course, one of the most popular wine-related articles on the Web since we first published it here in 1993, is a much evolved and updated version of a series of articles that I wrote in the late 1980s in The Louisville Courier-Journal, assembled and updated to provide a general overview of wine tasting and wine appreciation.

Divided into 13 easily digested chapters, the course features an introduction to tasting wine, including an appreciation of its sight, smell and taste; a look at the oddities of wine vocabulary; a discussion of "blind" tasting as the most effective way to develop your palate; quick overviews of the wines of various countries and sparkling wines; and a presentation of the University of California/Davis "Aroma Wheel," an easy way to sort out the variety of aromas and flavors found in wine.

Now grab a corkscrew and a bottle, get something good in your glass, and jump right in. You can click to any chapter from the list below, or start at the beginning and continue through the complete course by clicking Next Chapter at the end of each page. If you have further questions, drop us a note!.

Handphone sangat Berguna

Teknologi Komunikasi Generasi Ketiga
SEORANG top manajer bank swasta di Jakarta, setiap hari berangkat ke kantor menggunakan mobil pribadinya. Seperti biasa, kemacetan selalu menjadi bagian dari rutinitasnya. Namun semenjak ia menggunakan layanan traffic report, jebakan kemacetan pun bisa dihindarinya dengan mudah.

Bagaimana caranya? Cukup dengan menekan tombol di handphone yang mendukung layanan komunikasi data dan video, seketika itu juga gambar daerah rawan macet muncul di layar monitor layaknya sebuah kamera. Layanan yang akhir-akhir ini sedang ngetren di kalangan menengah atas bisa dinikmati dengan handphone terbaru yang mendukung teknologi komunikasi data seperti EDGE (Enhanced Data for GSM Evolution) atau CDMA 2000-1X/CDMA 2000-1X EVDO.

Menurut Ade S.B. Sharif, Direktur Pengembangan Bisnis Ericsson Indonesia, layanan traffic report merupakan bentuk awal dari layanan generasi ketiga. Layanan spesial lainnya yang akan menyusul adalah komunikasi video, streaming multimedia, teleconference dan banyak lainnya. Generasi 3G memang solusi komunikasi yang seolah-olah menghadirkan dunia dalam genggaman tangan. Sementara generasi 3G di Indonesia diprediksikan akan menggeser dominasi generasi kedua yang lebih dikenal dengan nama GSM. Sebelum generasi ketiga memasuki sendi-sendi kehidupan kita, ada baiknya mengenal perkembangan teknologi seluler dari generasi ke generasi.

Kehadiran telefon seluler alias handphone dalam kehidupan kita merupakan suatu lompatan besar dalam sejarah komunikasi manusia. Teknologi seluler adalah teknologi komunikasi yang paling modern dan paling menjanjikan baik dari segi kualitas, efisiensi dan ekonomi. Salah satu kelebihan utama handphone adalah dapat memberikan keleluasaan bagi penggunanya untuk berkomunikasi di manapun dan kapan pun, bahkan sambil bergerak sekalipun.

Saat ini, komunikasi bergerak atau mobile communication menjadi tren dan gaya hidup yang semakin digemari. Bahkan di banyak negara seperti Indonesia, Jepang dan Finlandia, pelanggan handphone jauh lebih banyak dari pelanggan telefon rumah (fixed telephone).

Dalam satu negara, ada banyak operator seluler yang saling berkompetisi memberikan pelayanan terbaik, mengingat keuntungan yang menggiurkan dari bisnis tersebut. Katakanlah Indonesia memiliki Telkomsel dan Indosat yang ber-platform teknologi 2G, dan baru-baru ini muncul operator dengan platform 3G yaitu Telkom Flexi, Esia dan Fren/Mobile 8. Negara Jepang dengan NTTDoCoMo sudah lebih dahulu menggunakan teknologi 3G dibandingkan negara Asia lainnya. Kebijakan pemerintah Jepang untuk beralih dari 2G ke 3G karena kebutuhan pasar yang semakin membesar. Selain itu, teknologi 3G mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebentar. Apa itu 2G dan 3G? Teknologi komunikasi bergerak, di bagi dalam beberapa generasi, yaitu Generasi pertama atau 1G merupakan teknologi handphone pertama yang menggunakan sistem analog, contohnya adalah AMPS (Advanced Mobile Phone System) di AS dan TACS (Total Access Communication Service) di Eropa. Generasi pertama ini menggunakan teknik komunikasi yang disebut Frequency Division Multiple Access (FDMA). Teknik ini memungkinkan untuk membagi-bagi alokasi frekuensi pada suatu sel untuk digunakan masing-masing pelanggan di sel tersebut, sehingga setiap pelanggan saat melakukan pembicaraan memiliki frekuensi sendiri.

Teknologi ini mulai digunakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1971, jaringan handphone pertama dibuka di Finlandia bernama ARP. Menyusul kemudian NMT di Skandinavia pada tahun 1981 dan AMPS pada tahun 1983. Penggunaan teknologi analog pada generasi pertama menyebabkan banyak keterbatasan yang dimiliki seperti kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit, dan penggunaan spektrum frekuensi yang boros.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah pelanggan tidak bisa ditampung generasi pertama. Selain itu, teknologi 1G hanya bisa melayani komunikasi suara, tidak seperti 2G yang bisa digunakan untuk SMS. NMT atau Nordic Mobile Telephone adalah jaringan handphone analog yang pertama kali digunakan secara internasional di Eropa Utara. Jaringan ini beroperasi pada frekuensi 450 MHz sehingga sering disebut NMT-450, ada juga NMT-900 yang beroperasi pada frekuensi 900 MHz.

Mengingat tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik, lahirlah teknologi generasi ke dua atau 2G. Generasi ini sudah menggunakan teknologi digital. Teknologi 2G lainnya adalah IS-95 CDMA, IS-136 TDMA dan PDC. Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Sebagai perbandingan, modem yang banyak digunakan untuk koneksi internet berkecepatan 56.000 bps (5,6 kbps). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. Karena pada 2G, satu frekuensi bisa digunakan beberapa pelanggan dengan menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA).

Standar teknologi 2G yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication), seperti yang dipakai sebagian besar handphone saat ini. GSM beroperasi pada frekuensi 900, 1800 dan 1900 MHz. GSM juga mendukung komunikasi data berkecepatan 14,4 kbps.

Sejarah

Sejarah GSM diawali dengan diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada tahun 1982. Konferensi ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991.

Pada tahun 1993, sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah memasuki fase 2.

Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE.

Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband - Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor.

Selain itu, generasi ini dapat menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video telephony, dan lain-lain dengan lebih baik. Generasi ketiga ini menggunakan teknologi CDMA yang awalnya muncul dari teknologi militer Amerika Serikat dan dikhususkan pada standar IS-95. Beberapa paten pada jaringan-jaringan yang ada sekarang yang berbasis pada teknologi CDMA dimiliki Qualcomm Inc., sehingga pembuat peralatan membayar royalti.

Teknologi CDMA membuat kapasitas suatu sel menjadi lebih besar dibanding sistem GSM karena pada sistem CDMA, setiap panggilan komunikasi memiliki kode-kode tertentu sehingga memungkinkan banyak pelanggan menggunakan sumber radio yang sama tanpa terjadinya gangguan interferensi dan cross talk. Sumber radio dalam hal ini adalah frekuensi dan time slot yang disediakan untuk tiap sel.

Sistem komunikasi wireless berbasis CDMA pertama kali digunakan pada tahun 1995 dan sampai sekarang, CDMA merupakan saingan utama dari sistem GSM di banyak negara. Pada tahun 1999, the International Telecommunication Union (ITU) memilih CDMA sebagai standar teknologi untuk generasi ketiga (3G). Varian CDMA yang banyak digunakan adalah WCDMA dan TD-SCDMA.

Pada bulan Mei 2001 sudah terdapat 35 juta pelanggan CDMA di seluruh dunia. Dan pada tahun 2003, terdapat 100 juta pelanggan yang menggunakan CDMA di seluruh dunia. Kelebihan utama yang dimiliki generasi ketiga adalah kemampuan transfer data yang cepat atau memiliki bit rate yang tinggi.

Tingginya bit rate yang dimiliki menyebabkan banyak operator CDMA dapat menyediakan berbagai aplikasi multimedia yang lebih baik dan bervariasi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Bayangkan saja, hanya dengan sebuah handphone, kita memiliki fasilitas kamera, video, komputer, stereo dan radio. Selain itu, berbagai fasilitas hiburan pun bisa dinikmati seperti video klip, keadaan lalu lintas secara real time, teleconference, bahkan sekadar memesan tempat di restoran, cukup dengan menekan tombol di handphone.

Ketika kita duduk di rumah pun, kita masih bisa melakukan berbagai hal tanpa harus keluar ruangan, seperti mencek saldo bank, membayar SPP untuk kuliah anak-anak, memesan makanan dan lain-lain. Itu semua bukan hal yang mustahil bagi generasi ketiga.

Dalam jangka panjang, CDMA dan teknologi-teknologi lainnya seperti GSM akan dibandingkan berdasarkan pada biaya total per pelanggan dari jaringan infrastruktur dan harga pesawat telefon.Dengan 3G, komunikasi murah dan berkualitas bukan impian belaka.***

Teknologi Komunikasi

Perkembangan Teknologi Komunikasi

Saat ini kebutuhan akan teknologi, baik itu teknologi informasi maupun telekomunikasi sangat tinggi dari mulai golongan menengah kebawah dan golongan menengah ke atas. Semua individu sangat membutuhkan teknologi untuk mempercepat perkembangan atau meningkatkan pembangunan baik pembangunan individu maupun kelompok.Perkembangan teknologi yang saat ini sangat cepat adalah teknologi telekomunikasi, yang menghadirkan beragam pilihan bentuk teknologi dan kecanggihannya. Saat ini terjadi persaingan yang ketat antara 2 teknologi komunikasi yaitu selular dan FWA (fixed Wireless Access).Adapun perkembangan teknologi komunikasi terutama teknologi selular sudah di mulai sejak pertengahan tahun 90 an dengan mengusung teknologi 1G (Generasi Pertama) dengan menggunakan teknologi AMPS (Advance Mobile Phone System). Dimana teknologi AMPS ini pertama kali dipergunakan oleh pihak militer di Amerika Serikat.

Dalam kurun waktu 10 tahun sejak lahirnya AMPS suda terjadi perkembangan yang sangat pesat dengan berbagai penemuan atau inovasi teknologi komunikasi dan , akhir tahun 90 an muncullah teknologi 2G (Generasi Kedua). perbedaan utama dari teknologi G1 dan G2 adalah g1 masih menggunakan sistem Analog sedangkan G2 sudah menggunakan sistem Digital. Teknologi 2G dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu TDMA (time division multiple access) dan CDMA (code division multiple access). TDMA sendiri berkembang ke dalam beberapa versi, yaitu GSM di Eropa, IDEN di Amerika, PDC di Jepang. Sedangkan CDMA berkembang pesat di AS dan Kanada. Kemampuan mencolok teknologi 2G adalah tidak hanya dapat digunakan untuk telpon,(voice) tetapi juga untuk mengirim SMS (Short Message Service) yaitu mengirim pesan singkat dengan menggunakan text.Dengan adanya kehadiran teknologi generasi kedua, maka muncullah telnologi selular yg baru yaitu, GSM (Global System for Mobile communications) Suatu sistim komunikasi wireless 2G. Frekuensi yang dapat digunakan dalam GSM adalah 850Mhz, 900Mhz, 1800Mhz dan 1900Mhz. Generasi selular kedua yang mempebaharui generasi pertama dalam bidang teknologinya yaitu digital, yang pada teori dasarnya merupakan pembaharukan dalam bidang transfer data, contohnya adalah GSM (menggunakan protokol CSD, HSCSD, GPRS dan EDGE) dan cdmaOne.Dengan adanya teknologi Generasi Kedua ini membuat perkembangan teknologi semakin cepat dengan menghadirkan berbagi kelebihan/fitur yang ditawarkan teknologi generasi kedua ini selain mengirim SMS dan voice. Tapi semua kelebihan ini juga masih belum memuaskan para ahli untuk mengembangkan teknologi yang lebih bagus dengan segala kelebihannya dri teknologi terdahulu (generasi pertama dan kedua).

Maka awal tahun 2000 an muncullah teknologi generasi 2.5 (2.5 G) yang mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) Suatu protokol yang mengatur cara kerja transfer data pada sistim wireless GSM. Dalam teorinya kecepatan transfer data EDGE dapat mencapai 384 Kbps. Teknologi 2G ada perbaikan cukup signifikan, sehingga muncullah variannya, yaitu 2.5G dan 2.75G. Varian ini tidak dibuat oleh konsorsium, tetapi sebagai strategi pemasaran oleh beberapa pabrik ponsel. Ciri khas teknologi 2.5G (generasi dua setengah) adalah teknologi GPRS (global package radio service) yang dapat digunakan untuk berkirim data dalam jumlah besar, tidak seperti SMS yang hanya dapat mengirim dan menerima alfa numerik saja. Generasi 2.5G ini ada juga yang menamakannya dengan generasi 2.75G, karena lebih dekat dengan teknologi 3G. Teknologi 2.5G (atau 2.75G) ini, di sistem GSM disebut sistem EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) sedang pada sistem CDMA disebut dengan CDMA 2000 1x. Keduanya memiliki kecepatan transfer data mendekati 144KB/detik. Evolusi dan perkembangan teknologi komunikasi ini tidak berhenti sampai disini, Negara-negara besar di Dunia baik itu Eropa, Asia & Amerika secara berlomba-lomba mengembangkan inovasi dan penelitian untuk menghadirkan teknologi yang mutakhir. Setelah adanya teknologi Generasi Pertama, Kedua dan teknologi 2.5 G, maka disusul kemudian dengan Generasi Ketiga (3G) yang menawarkan kelebihan yg lebih baik lagi baik dari segi kemampuan fitur dan Transfer Data dengan memiliki kecepatan Transfer data lebih cepat dari sebelumnya dalam menghadirkan layanan yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan.

Keuntungan-Keuntungan

Akses jaringan berpita lebar memang jadi impian bagi pengguna teknologi yang hobi Internet, transfer data, dan multimedia. Kini konsumen sudah bisa menikmati akses Internet pita-lebar nirkabel di ponsel tanpa harus repot-repot mencari hotspot–sentra akses wireless fidelity (Wi-Fi) yang tak selalu gampang ditemukan. Kini Andalah yang jadi hotspot-nya.Semua itu berkat teknologi evolution data optimized (EV-DO), evolusi teranyar dari teknologi seluler CDMA2000 1x. Layanan multimedia, seperti video streaming, video sharing, tele-conference, hingga mobile TV, akan dapat dinikmati dengan mudah di ponsel–semudah menggunakannya di laptop.Sejak versi Rilis-0 dengan kecepatan data maksimum 2.400 kilobita per detik (kbps), generasi ketiga dari jalur CDMA ini berkembang dengan cepat. EV-DO Revisi-A, misalnya, memiliki kecepatan maksimal 3.100 kbps dan EV-DO Revisi-B memiliki kecepatan maksimum mencapai 46 ribu kbps alias 46 megapita per detik!Bandingkan dengan generasi teranyar jalur GSM: 3G W-CDMA/UMTS, hanya memiliki kecepatan maksimum 2.000 kbps, dan 3,5G high-speed downlink packet access (HSDPA) memiliki kecepatan maksimum 14.400 kbps. Pertarungan dua kubu ini makin seru, kan?

KUBU GSM:

GPRS
Standar: 2,5-G
Kecepatan maksimum: 160 kbps

EDGE
Standar: 2,75-G
Kecepatan maksimum: 384 kbps

W-CDMA/UMTS
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 2.000 kbps
H

SDPA
Standar: 3,5-G
Kecepatan maksimum 14.400 kbps

KUBU CDMA:

CDMA2000 1x
Standar: 2,75-G
Kecepatan maksimum: 153 kbps

CDMA 1x EV-DO Rel-0
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 2.400 kbps

CDMA 1x EV-DO Rev-A
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 3.100 kbps

CDMA 1x EV-DO Rev-B
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 46.500 kbps

Pengembangan teknologi 3G yang ditandai dengan kecepatan tinggi dilakukan oleh banyak perusahaan di dunia yang dapat membuat sebagian operator meninggalkan EDGE dan langsung menggunakan universal mobile telecommunications standard (UMTS), atau yang lebih dikenal sebagai teknologi 3G ini. Saat ini terdapat 3 proposal sistem 3G yang diajukan sebagai standar sistem yang diharapkan menjadi sistem global, yaitu CDMA-2000 (yang merupakan upgrade sistem CDMA sebelumnya), UMTS, WCDMA (wideband CDMA), dan UWC (universal wireless communications). International Telecommunication Union (ITU) telah mengeluarkan International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000)

dengan mempertimbangkan proposal-proposal itu sebagai standar 3G.Bayangkan jika di seluruh dunia nantinya jaringan mobile telekomunikasi telah bersifat global, banyak keuntungan yang dapat dinikmati umat manusia di muka Bumi. Pertama, telepon seluler dapat digunakan di setiap negara karena kartu SIM dikenal di seluruh jaringan di dunia.Kedua, kecepatan akses data yang tinggi sehingga dapat mengakses Internet dan tukar-menukar data baik gambar, suara, maupun streaming dengan cepat nyaris tanpa delay.Ketiga, layanan multimedia yang semakin lengkap. Layanan multimedia baru, seperti video conference, hiburan interaktif, GPS (global positioning systems) untuk mengetahui arah jalan, dan akses kamera jalan untuk mengetahui tingkat kemacetan, bahaya, atau keadaan darurat. Multimedia teknologi juga memungkinkan melayani majalah atau koran elektronik yang dilengkapi dengan grafik dan videoklip.Keempat, kemampuan telematika yang memungkinkan kita mengatur alat-alat rumah tangga dan fasilitas yang ada secara realtime dan dapat dipantau kapan saja dan di mana saja. Kelima, 3G membuka kesempatan yang luas dikembangkannya aplikasi inovatif, misalnya dengan aplikasi berbasis Java yang dapat dipasang sebagai fasilitas pribadi.

Senin, 25 Mei 2009

Khasiat Wine

Wine sehatkan jantung
Wine merupakan minuman bergizi dan banyak manfaatnya bagi kesehatan. Minuman ini dapat menurunkan kolesterol darah, mengurangi berat badan, dan mampu menangkal kanker, dan membuat jantung sehat.Bagi masyarakat Indonesia, wine identik sebagai minuman kelas atas. Padahal, wine merupakan minuman yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Wine termasuk minuman beralkohol yang dihasilkan dari fermentasi buah-buahan. Buah yang paling umum digunakan sebagai bahan baku wine adalah buah anggur. Buah-buahan lainnya, seperti plum, elderberry, maupun blackcurrant juga dapat digunakan. Buah anggur secara alami dapat menghasilkan wine dengan kualitas terbaik, walaupun tanpa penambahan gula, asam, enzim, maupun zat gizi lainnya. Jenis anggur yang biasa digunakan sebagai bahan baku wine anggur Eropa, Vitis vinifera. Selain itu, wine juga dapat dibuat dari spesies Vitis labrusco, Vitis aestivalis, Vitis rotundifolia, dan Vitis riparia yang tumbuh subur di Amerika Utara. Wine yang terbuat dari buah-buahan selain buah anggur dikenal sebagai fruit wine atau country wine. Wine juga dapat terbuat dari pati seperti barley wine, rice wine, dan sake (minuma khas Jepang). Ada juga wine yang terbuat dari hasil distilasi yang disebut sebagai brandy.
Jenis Wine
Kata wine berasal dari bahasa Inggris tua, yaitu win, yang berarti “menang”. Pada zaman dahulu, minuman ini digunakan sebagai minuman kehormatan bagi para raja. Hingga kini wine memang sering digunakan untuk merayakan suatu momentum atau keberhasilan, ataupun tahun baru. Asal usul wine diperkirakan berasal dari Eropa dan populer di seluruh dunia akibat penjelajahan. Minuman ini sering juga disebut sebagai minuman Misionaris karena wine juga digunakan dalam perayaan ekaristi pemeluk agama Katolik.

Penghasil wine terbesar di dunia adalah Perancis, disusul Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Cina juga merupakan salah satu dari sepuluh negara penghasil wine dunia.Ada banyak jenis wine. Namun, yang paling populer adalah red wine dan white wine.

dynasty_red_wine1Red Wine terbuat dari anggur merah yang difermentasi bersama kulitnya. Red Wine biasanya disajikan bersama daging merah ataupun spageti.

white_wineSementara itu, white wine dapat dibuat dari anggur warna apa pun karena kulit anggurnya dipisahkan selama proses fermentasi. White wine biasanya lebih manis rasanya dan disajikan bersama daging putih, seafood, dan daging unggas.

rose_wineRose wine juga termasuk salah satu jenis wine yang terkenal. Warnanya merah muda seperti bunga mawar.

sparkling_wineSparkling wine, seperti sampanye, merupakan jenis wine yang mengandung karbondioksida.

Untuk menghasilkan wine bersoda seperti ini, buah anggur harus difermentasi sebanyak dua kali. Minuman ini paling sering disajikan pada saat jamuan makan malam formal ataupun pesta pernikahan. Sparkling wine dapat berupa red wine, white wine, ataupun rose wine. Beberapa wine tradisional di Eropa termasuk sparkling wine seperti sekt atau schaumwein (Jerman), cava (Spanyol), spumante atau prosecco (Italia). Selain itu, juga dikenal wine yang difortifikasi dengan gula agar lebih manis, salah satunya brandy. Selain itu, masih ada table wine yang tergolong wine ringan. Di Eropa, batas alkohol table wine 8,5 persen-14 persen.

Dessert wine merupakan salah satu wine yang juga cukup populer di Asia, karena rasanya manis. Wine yang tergolong dessert wine adalah port wine (tokay), sauternes, dan muscatel. Aperitif wine juga cukup diminati dan biasanya dikonsumsi sebelum makan daging untuk memperkuat flavor. Komposisi Gizi Pada label botol wine biasanya dicantumkan nama daerah asal pembuatan dan tahun pembuatan. Daerah asal pembuatan menentukan jenis buah anggur yang digunakan.

Semakin tua umur suatu wine, kualitas wine yang dihasilkan juga semakin baik. Hal itu disebabkan semakin lama penyimpanan, anggur akan terus mengalami proses fermentasi. Kandungan alkohol pada wine berkisar 14-20 persen. Dilihat dari komposisi gizinya, wine termasuk minuman yang mempunyai kandungan gizi yang cukup baik. Kandungan energi pada wine sangat bervariasi, tergantung jenisnya, yaitu antara 50-160 kkal/100 g. Energi pada wine umumnya berasal dari karbohidrat, terutama gula. Wine tidak mengandung lemak sama sekali. Sehingga jangan khawatir menjadi gemuk akibat konsumsi wine dalam jumlah wajar setiap hari. Kandungan mineral yang cukup berarti pada wine adalah: kalium (antara 80-112 mg/100 g), kalsium, fosfor, magnesium, besi, seng, tembaga, mangan, dan selenium. Kandungan natrium pada wine umumnya rendah, kecuali pada cooking wine. Cooking wine sebaiknya tidak digunakan untuk masakan bagi penderita hipertensi karena kandungan natriumnya yang cukup tinggi, yaitu 626 mg per 100 g. Kadar vitamin pada wine umumnya terdapat dalam jumlah yang sangat rendah, bahkan tidak mengandung vitamin C sama sekali.
Lindungi Jantung, Cegah Kanker
Red wine merupakan jenis yang paling digemari. Selain warna yang menarik, red wine mempunyai manfaat yang sangat luar biasa. Banyak mitos yang menyatakan bahwa minum wine dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Kenyataan tersebut menyebabkan wine diberi julukan sebagai French Paradox. Di Prancis, jumlah penderita jantung koroner jauh lebih kecil daripada penduduk Amerika Serikat, bahkan paling kecil dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Padahal, masyarakat Prancis lebih banyak mengonsumsi lemak dan merokok, serta relatif kurang bergerak. Para peneliti mengaitkan fenomena tersebut dengan kebiasaan orang Prancis yang menyukai red wine dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah penelitian di Eropa menunjukkan bahwa red wine mengandung senyawa fenol yang lebih tinggi dari white wine. Fenol atau flavonoid merupakan antioksidan yang sangat kuat, sehingga mempunyai efek kardioprotektif (melindungi jantung dari serangan radikal bebas).

Flavonoid dapat mencegah oksidasi LDL (kolesterol jahat) 20 kali lebih kuat daripada vitamin E. Flavonoid terbukti mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker. Pada saat fermentasi red wine, senyawa flavonoid yang kompleks terurai menjadi lebih sederhana, sehingga lebih mudah diserap tubuh ketimbang yang terdapat pada buah segar. Adanya alkohol (10 persen) dalam wine membuat kandungan flavonoid stabil. Menurut penelitian Agricultural Research Service, US Department of Agriculture, persenyawaan kedua yang terkandung dalam wine cukup menjanjikan untuk mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan oleh Agnes Rimando dari Natural Products Utilization Research Unit, Oxford, Mississippi, menunjukkan bahwa pada wine ditemukan senyawa pterostilbene (terro-STILL-bien).

Senyawa tersebut memiliki kemampuan mencegah kanker sama kuatnya dengan resveratrol senyawa antioksidan pada buah anggur yang telah lebih dahulu ditemukan. Pterostilbene juga menunjukkan daya hambat yang kuat melawan kanker payudara dalam sel. Resveratrol pada wine merupakan salah satu komponen yang sangat bermanfaat. Berdasarkan beberapa penelitian yang dipublikasi, resveratrol sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gary Meszaros dan Joshua Bomser dari The Northeastern Ohio Universities College of Medicine, menunjukkan bahwa resveratrol dapat menghambat angiotensin II, yaitu suatu hormon yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung. Resveratrol juga merupakan agen antikanker yang baik untuk mencegah kanker prostat, kanker paru-paru, kanker hati, dan kanker payudara. Sebuah publikasi pada The Journal of Applied Toxicology, Juli 2003, menunjukkan resveratrol dapat mereduksi komponen benzopyrene yang merupakan radikal bebas penyebab kanker.

Sebuah publikasi pada Life Science, Agustus 2003, menunjukkan resveratrol dapat menghambat proliferasi dan metastasis sel tumor. FASEB Journal dari AS juga menunjukkan resveratrol sangat bermanfaat dapat menghambat pertumbuhan sel mati penyebab kanker. Kandungan resveratrol pada wine merah mencapai 1,5 sampai 3 miligram per liter.Sebuah publikasi pada the Journal of Biological Chemistry, November 2005, menunjukkan bahwa wine merah dapat mereduksi penyakit alzheimer. Hal itu disebabkan kandungan resveratrol pada wine merah yang dapat mereduksi tingkat amyloid-beta peptides (Abeta). Sebuah publikasi pada The Journal of Agricultural and Food Chemistry 2006 menunjukkan bahwa wine merah dapat meningkatkan aliran darah ke otak hingga 30 persen. Selain resveratrol, peneliti Perancis juga berhasil menemukan komponen acutimissin A pada red wine yang merupakan antikanker. Acutimissin A tergolong dalam kelas polyphenol ellagitannin. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa acutimissin A dapat menghambat enzim yang mempunyai aktivitas seperti sel kanker. Acutimiisin A memiliki potensi 250 kali lebih baik dalam menghambat sel kanker dibandingkan obat antikanker VP-16. Selain itu, wine merah juga mengandung hormon melatonin. Hormon ini dapat membantu menenangkan pikiran, sehingga seseorang dapat tidur lebih lelap.
Turunkan Kolesterol dan Berat Badan
Dibandingkan dengan red wine, white wine kurang begitu populer. Komposisi kimia white wine yang bermanfaat bagi tubuh memang tidak sehebat red wine.

Pada white wine tidak terdapat resveratrol dan quersetin yang menjadi ciri khas dari buah anggur. Proses pembuatan white wine tidak dilakukan bersama kulit buah anggur, padahal polifenol terbanyak justru ada pada kulit anggur. Kandungan asam amino histamin dan tanin pada white wine juga lebih rendah daripada red wine. Meskipun demikian, white wine bukanlah minuman alkohol tanpa khasiat. Beberapa penelitian justru menunjukkan white wine jauh lebih baik bagi kesehatan daripada red wine. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr.J. Keul dan Dr.D. Konig dari University of Freiburg menunjukkan bahwa konsumsi white wine secara signifikan dapat mereduksi kolesterol LDL, fibrinogen, dan gula darah. Berat badan dapat berkurang hingga 1,7 kg jika mengonsumsi white wine selama 4 minggu. Menurut Dr. Jung dari The University of Mainz, white wine lebih efektif menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan red wine. Berdasarkan penelitian di University of Buffalo, white wine sangat bermanfaat untuk mencegah kanker paru-paru, lebih efektif daripada red wine. Meskipun kandungan antioksidan pada white wine lebih sedikit daripada red wine, efektivitas antioksidan pada white wine juga terbukti lebih baik daripada red wine. Sebuah penelitian The Jordan Heart Research Foundation menunjukkan red wine hanya dapat mereduksi radikal babas dalam tubuh hingga 15 persen, sedangkan white wine hingga 34 persen. Menurut Dr. Troup dari Monash University, Australia, molekul antioksidan pada white wine lebih kecil daripada red wine, sehingga lebih mudah diserap tubuh. Hal itulah yang menyebabkan walaupun kandungan antioksidan pada white wine lebih sedikit, efektivitasnya lebih baik daripada red wine. Meskipun wine mempunyai manfaat yang luar biasa, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan. Selain menyebabkan ketergantungan, kadar alkohol pada wine juga dapat menyebabkan gangguan hati dan tekanan darah tinggi. Konsumsi wine berlebihan juga dapat menyebabkan migrain.

Sabtu, 01 November 2008

Live is Beautifull

terima kasih Tuhan dah ngasih hidup yg sangat berwarna dan indah ini